HARI INI
Indeks
Nasional

Calon Petugas Layanan Haji Nonkesehatan Ikuti Tes Serentak di 36 Wilayah

Seleksi PPIH non nakes menjadi tahap penting bagi calon petugas yang ingin mendampingi jemaah haji pada musim berikutnya. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar ujian di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara bersamaan di 36 wilayah Indonesia, dengan titik pusat di kawasan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu, 5 September 2026. Bagi pembaca di Semarang dan Jawa Tengah, proses ini relevan karena jalur rekrutmen petugas haji bersifat nasional dan menuntut kesiapan dokumen serta kompetensi layanan yang sama di setiap daerah.

Jadwal ujian dan lokasi pusat di BKN Cililitan

Pelaksanaan di Jakarta berlangsung di BKN Pusat Cililitan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gelombang seleksi untuk formasi non tenaga kesehatan. Suasana tempat ujian difokuskan pada kelancaran Computer Assisted Test agar seluruh peserta mendapat kesempatan yang setara, terlepas dari asal provinsi masing-masing.

Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Haji dan Umrah Kemenhaj, Rizka Anungnata, menegaskan bahwa sesi yang berjalan adalah untuk tugas layanan umum, bimbingan ibadah, serta fungsi pendukung lain di luar bidang kesehatan. Menurut penjelasannya, gelombang tenaga kesehatan telah digelar sebelumnya, sehingga tahapan ini melengkapi kebutuhan personel operasional di lapangan.

Cakupan 36 wilayah dan arti bagi peserta Jateng

Seleksi tidak hanya terpusat di ibu kota. Ujian yang sama digelar di kantor BKN pada 36 wilayah, sehingga calon petugas dari berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah, dapat mengikuti tanpa harus mengandalkan satu lokasi saja. Pola serentak ini mengurangi kesenjangan akses dan memudahkan pengawasan standar soal serta waktu pengerjaan.

Peserta dari kawasan Semarang dan sekitarnya tetap perlu memantau pengumuman resmi terkait titik BKN terdekat, persyaratan kehadiran, dan tata tertib ujian. Meskipun berita pelaksanaan menyoroti Cililitan sebagai salah satu lokasi utama, semangat kebijakan Kemenhaj adalah pemerataan kesempatan di seluruh Indonesia.

Bedanya formasi nakes dan non nakes

Formasi tenaga kesehatan pada gelombang terdahulu menitikberatkan kompetensi medis untuk antisipasi kondisi jemaah. Sebaliknya, seleksi PPIH non nakes mengisi peran layanan umum dan bimbingan ibadah. Pembagian ini membuat struktur petugas lebih lengkap: sisi kesehatan terjaga, sementara alur pelayanan harian dan pembinaan manasik tetap terisi personel yang lolos uji kompetensi.

Rizka Anungnata menyampaikan kepada media bahwa sesi yang berlangsung merupakan tahapan lanjutan setelah seleksi nakes. Penegasan tersebut membantu publik memahami mengapa ujian dibagi dua gelombang, bukan digabung dalam satu hari dengan materi yang bercampur.

Yang perlu disiapkan calon petugas haji

Calon peserta sebaiknya memastikan kelengkapan administrasi, ketepatan waktu hadir di lokasi BKN yang ditentukan, dan pemahaman dasar tentang tugas PPIH. Materi ujian berorientasi pada kesiapan melayani jemaah, bukan sekadar pengetahuan teoretis. Kedisiplinan mengikuti arahan panitia di masing-masing wilayah ikut menentukan kelancaran proses.

  • Memastikan formasi yang dilamar sesuai jalur non nakes.
  • Mematuhi jadwal dan tata tertib di kantor BKN setempat.
  • Menyiapkan dokumen identitas serta bukti lolos tahap sebelumnya bila diminta.
  • Memantau pengumuman resmi Kemenhaj setelah ujian selesai.

Bagi warga Semarang yang berminat menjadi petugas penyelenggara ibadah haji, mengikuti perkembangan seleksi nasional adalah langkah awal yang masuk akal. Standar yang sama di 36 wilayah berarti kompetisi terbuka, sekaligus menuntut persiapan serius sejak sebelum hari-H ujian.

Keberlangsungan seleksi di BKN memperkuat sinyal bahwa penyiapan SDM haji dilakukan terukur dan bertahap. Setelah gelombang non nakes ini, publik dapat menunggu tahapan verifikasi atau pengumuman berikutnya sesuai mekanisme Kemenhaj. Informasi lokasi, waktu, dan pembagian formasi di atas merujuk pada keterangan resmi yang disampaikan panitia pada hari pelaksanaan.

Sumber: Sindo News.

Tag: seleksi PPIH, Kemenhaj, petugas haji, BKN Cililitan, non nakes, haji 2027, layanan jemaah, Jawa Tengah