Kasus tewasnya pilot Amerika Papua, Nicholas F. Goselin, di Kabupaten Yahukimo menuai respons resmi dari perwakilan Amerika Serikat di kawasan. Duta Besar AS untuk ASEAN, Kevin Kim, menyampaikan keprihatinan sekaligus menegaskan keyakinan bahwa pemerintah Indonesia mampu menuntaskan perkara tersebut. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta dan menjadi sorotan publik nasional, termasuk pembaca di Semarang dan Jawa Tengah yang mengikuti dinamika keamanan Papua.
Insiden penembakan terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026, ketika pesawat perintis milik PT AMA melintas di kawasan Distrik Sobaham, Papua Pegunungan. Pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat itu dilaporkan menjadi korban tembakan kelompok bersenjata. Peristiwa ini kemudian direspons secara terbuka oleh Dubes Kevin Kim hampir sebulan kemudian.
Pernyataan Dubes AS di Jakarta Pusat
Kevin Kim menggelar pertemuan pers di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, pada Jumat, 31 Juli 2026. Ia menyatakan penyesalan atas jatuhnya korban jiwa. Menurutnya, siapa pun yang bekerja di sisi pemerintah Amerika Serikat memahami betapa pentingnya menjaga keselamatan warga negara AS di luar negeri.
Kim menambahkan bahwa pemerintah AS percaya Indonesia dapat menyelesaikan permasalahan ini. Ia juga meyakini kerja sama bilateral akan terus menjaga keamanan warga negara Amerika yang berada di wilayah Indonesia. Keyakinan itu diungkapkannya tanpa mengesampingkan sensitivitas situasi di Papua Pegunungan.
Sikap terhadap Investigasi Bersama
Ketika ditanya soal kemungkinan tim investigasi gabungan antara Amerika Serikat dan Indonesia, Kim tidak merinci teknis operasional. Ia lebih menekankan kepercayaan pada kemampuan kedua negara untuk bekerja sama menuntaskan kasus. Pendekatan itu mencerminkan keinginan menjaga saluran komunikasi resmi tetap terbuka.
Bagi publik di daerah, termasuk Semarang, penegasan kerja sama internasional semacam ini penting karena menyangkut citra penegakan hukum Indonesia di mata mitra asing. Fokus utamanya tetap pada kejelasan proses hukum di dalam negeri tanpa spekulasi yang berlebihan.
Kronologi di Distrik Sobaham Yahukimo
Nicholas F. Goselin tewas ditembak saat mengawaki pesawat PT AMA di Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Juru bicara markas pusat TPNPB, Sebby Sambom, menyebut aksi penembakan dan pembakaran dilakukan oleh milisi TPNPB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Elkius Kobak. Kelompok itu mengklaim pesawat diduga membawa logistik pasukan TNI.
Sambom menyebut penembakan sebagai ultimatum agar maskapai Indonesia tidak lagi beroperasi di wilayah yang mereka klaim. Ia menambahkan bahwa 36 komando daerah pertahanan TPNPB telah menerbitkan larangan terbang di wilayah masing-masing. Alasan yang dikemukakan adalah antisipasi terhadap pengiriman personel TNI nonorganik ke pedalaman Papua.
- Lokasi kejadian: Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan
- Tanggal kejadian: 2 Juli 2026
- Pesawat: milik PT AMA
- Korban: Nicholas F. Goselin, pilot berkewarganegaraan AS
Langkah TNI dan Implikasi Keamanan Nasional
Tentara Nasional Indonesia melalui Komando Koops Habema mengerahkan personel untuk menyisir dan mengejar kelompok yang diduga bertanggung jawab. Langkah itu ditujukan menjaga situasi keamanan sekaligus mendukung proses penegakan hukum. Informasi lapangan menyebut penyisiran dilakukan segera setelah insiden.
Bagi pembaca di Jawa Tengah, perkembangan di Papua Pegunungan tetap relevan karena menyangkut stabilitas nasional, keselamatan penerbangan perintis, dan hubungan diplomatik Indonesia–AS. Pemerintah pusat diharapkan memastikan investigasi berjalan transparan agar tidak menimbulkan gesekan yang tidak perlu dengan mitra internasional.
Hingga pernyataan Kim disampaikan, fokus utama masih pada penuntasan kasus dan perlindungan warga negara asing yang sah beraktivitas di Indonesia. Kerja sama yang disebut Dubes AS diharapkan mempercepat kejelasan hukum tanpa mengabaikan kedaulatan penanganan di dalam negeri. Publik menunggu kelanjutan penyidikan resmi dari aparat berwenang.
Sumber: Tempo.
