Imbauan Pramono Jakmania menjadi sorotan publik jelang laga bergengsi Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya menjaga ketertiban ibu kota agar pertandingan berjalan sportif, aman, dan nyaman bagi seluruh penonton. Seruan itu disampaikan dalam Apel Jaga Jakarta yang dihadiri unsur The Jakmania pada Jumat, 11 September 2026.
Bagi pembaca di Semarang dan Jawa Tengah, derby dua klub besar Liga Indonesia kerap menarik perhatian karena intensitas rivalitas serta dampaknya pada suasana di luar stadion. Isu keamanan dan perilaku suporter selalu menjadi bagian dari diskusi publik setiap kali pertemuan semacam ini digelar di ibu kota.
Apel bersama The Jakmania di kawasan SUGBK
Pramono memanfaatkan momentum apel di kompleks SUGBK untuk berbicara langsung kepada pendukung Persija. Ia mengingatkan bahwa pertemuan Persija versus Persib di Jakarta sudah lama dinantikan banyak pihak, sehingga keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari skor akhir, tetapi juga dari kelancaran di dalam dan di luar arena.
Dalam arahannya, gubernur meminta The Jakmania memastikan pertandingan esok hari berlangsung dengan semangat sportivitas. Ia menekankan agar suasana tetap terkendali sehingga warga Jakarta maupun penonton dari luar daerah dapat menikmati laga tanpa gangguan.
Harapan kemenangan dan sikap menerima hasil
Sebagai kepala daerah, Pramono menyampaikan dukungan agar Persija meraih hasil positif. Namun ia juga menegaskan bahwa apapun skor yang tercipta harus diterima dengan lapang dada. Pesan ini menyasar budaya menonton yang dewasa, terutama pada laga yang emosinya tinggi seperti derby antar klub besar.
Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya menjaga citra Jakarta sebagai tuan rumah yang mampu menghadirkan kompetisi aman. Pengalaman sejumlah laga sepak bola di tanah air menunjukkan bahwa ketegangan di tribun mudah merembet ke ruang publik bila tidak diantisipasi sejak dini.
Mengapa kondusivitas ibu kota jadi prioritas
Stadion Utama Gelora Bung Karno berada di pusat aktivitas Jakarta. Arus penonton, parkir, transportasi, dan kawasan sekitar stadion biasanya padat menjelang kick-off. Karena itu, imbauan kepada basis suporter setempat menjadi instrumen penting selain pengamanan formal oleh aparat.
Pramono menempatkan The Jakmania sebagai mitra yang ikut bertanggung jawab menjaga wajah kota. Dengan menjaga perilaku di jalan, di sekitar venue, dan di media sosial, pendukung dapat membantu menekan potensi gesekan yang merugikan citra klub maupun pemerintah daerah.
- Pertandingan diharapkan sportif dan aman bagi semua pihak.
- Penonton diminta menikmati laga tanpa mengabaikan ketertiban umum.
- Hasil akhir apapun perlu diterima tanpa tindakan anarkis.
Relasi derby nasional dan minat penonton Jateng
Meskipun laga digelar di Jakarta, minat terhadap Persija versus Persib tersebar luas, termasuk di kalangan penggemar sepak bola Semarang dan kota-kota lain di Jawa Tengah. Siaran langsung, diskusi di komunitas supporter, serta pergerakan tiket sering menjadi topik di luar wilayah DKI. Kondisi itu membuat pesan keamanan dari gubernur relevan dibaca lintas daerah.
Portal lokal mencatat bahwa isu perilaku suporter dan manajemen kerumunan adalah pelajaran berulang di kompetisi domestik. Ketika tokoh daerah turun menyampaikan himbauan terbuka, sinyal yang ingin dikirim adalah pencegahan dini, bukan sekadar reaksi setelah kejadian.
Pada akhirnya, keberhasilan derby di SUGBK akan dinilai dari dua sisi: kualitas pertandingan di lapangan dan kemampuan semua pihak menjaga ketertiban di luar lapangan. Imbauan Pramono kepada The Jakmania menjadi bagian dari upaya itu, dengan penekanan pada sportivitas, kenyamanan penonton, serta penerimaan hasil secara bijak. Publik di Semarang dan sekitarnya pun dapat menonton dengan harapan suasana tetap kondusif hingga laga usai.
Sumber: Sindo News.
