HARI INI
Indeks
Jateng

Pemagang asal Purworejo Tewas di Hiroshima, KBRI Kawal Jenazah ke Tanah Air

Kabar duka datang bagi keluarga di Jawa Tengah setelah seorang pemagang WNI Hiroshima berinisial IK, asal Purworejo, meninggal dunia akibat kecelakaan kerja pada 2 September 2026. Peristiwa itu terjadi di Kota Ootake, Prefektur Hiroshima, Jepang, dan segera ditangani perwakilan diplomatik Indonesia di negeri sakura.

IK merupakan peserta Technical Intern Training Program (TITP) yang sudah menjalani pemagangan sejak Juni 2024. Menurut keterangan resmi, korban terjepit mesin pembuat cat di tempat kerjanya. Informasi ini relevan bagi pembaca di Semarang dan sekitarnya karena banyak warga Jateng yang juga mengikuti jalur magang serupa ke Jepang.

Kronologi singkat dan status investigasi

Kecelakaan menimpa IK saat menjalankan tugas di fasilitas industri cat. Kepolisian Kota Ootake bersama pihak terkait di Prefektur Hiroshima masih menyelidiki urutan kejadian serta faktor yang memicu tragisnya kecelakaan tersebut. Hingga laporan ini disusun, hasil final investigasi belum diumumkan ke publik.

KBRI Tokyo dan KJRI Osaka menyatakan telah berkoordinasi intensif dengan kepolisian setempat, organisasi penerima pemagang, serta instansi terkait di Jepang. Langkah itu diambil agar kronologi kerja dan kondisi keselamatan di lokasi dapat diperjelas tanpa mengabaikan prosedur hukum Jepang.

Peran KBRI Tokyo dan KJRI Osaka

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo bersama Konsulat Jenderal di Osaka menjadi ujung tombak pendampingan. Keduanya memastikan keluarga di Indonesia mendapat informasi yang akurat dan proses administratif berjalan sesuai ketentuan kedua negara.

Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan tersebut juga menyelaraskan langkah dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Fokus utama mencakup pemenuhan hak-hak almarhum, termasuk aspek asuransi, administrasi keimigrasian, serta dokumen yang diperlukan untuk pemulangan jenazah.

Jenazah dipindahkan ke Tokyo untuk pemulangan

Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari Hiroshima menuju Tokyo. Di ibu kota Jepang, persiapan pemulangan ke Indonesia dilanjutkan agar proses pengiriman ke tanah air dapat berlangsung tertib dan menghormati keluarga yang berduka di Purworejo.

Bagi masyarakat Jawa Tengah, termasuk di Semarang, kasus ini mengingatkan pentingnya pemantauan kondisi pemagang di luar negeri. Banyak keluarga di wilayah ini memiliki anggota yang bekerja atau magang di Jepang melalui skema resmi, sehingga kejelasan prosedur penanganan kecelakaan menjadi perhatian bersama.

Implikasi bagi pemagang Jateng dan langkah selanjutnya

Program TITP membuka peluang pelatihan keterampilan bagi WNI, namun risiko keselamatan kerja tetap harus diawasi ketat. Koordinasi lintas lembaga yang dilakukan KBRI dan KJRI diharapkan menjamin hak almarhum terpenuhi serta memberi kepastian bagi keluarga di daerah asal.

  • Penyelidikan kepolisian Ootake masih berlangsung.
  • Jenazah dalam tahap persiapan pemulangan dari Tokyo.
  • Kemlu, Kemnaker, dan organisasi penerima terus berkoordinasi.

Sementara menunggu perkembangan investigasi dan kepulangan jenazah, perwakilan RI di Jepang menegaskan pendampingan tidak akan longgar. Keluarga di Purworejo serta publik Jateng dapat mengikuti informasi resmi dari saluran diplomatik agar tidak tersesat isu yang belum terverifikasi.

Liputan ini disusun untuk memberi gambaran jelas bagi pembaca Semarang mengenai penanganan WNI yang meninggal di luar negeri, dengan fakta yang bersumber pada keterangan lembaga resmi tanpa menambah spekulasi di luar data yang tersedia.

Sumber: Sindo News.

Tag: pemagang WNI, Hiroshima, Purworejo, KBRI Tokyo, kecelakaan kerja, TITP Jepang, Jawa Tengah, pemulangan jenazah