Kinerja PSL 2026 pada paruh pertama tahun mencatat kenaikan di sejumlah lini usaha pendukung pelabuhan. PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) melaporkan realisasi positif pada layanan lapangan penumpukan, freight forwarding, multimoda, pengelolaan properti, hingga pengusahaan listrik. Bagi pembaca di Semarang dan Jawa Tengah, tren ini relevan karena ekosistem logistik nasional yang lebih efisien biasanya berdampak pada arus barang di pelabuhan-pelabuhan utama, termasuk jalur distribusi ke wilayah tengah Pulau Jawa.
Direktur Operasi dan Teknik PSL, Bobby Hardian, menyampaikan bahwa kenaikan di berbagai segmen mempertegas peran perusahaan dalam rantai logistik terintegrasi. Ia menyinggung dukungan transformasi BUMN di ekosistem Danantara Indonesia sebagai faktor yang mendorong daya saing, efisiensi layanan, dan penciptaan nilai bagi pemangku kepentingan. Pernyataan itu dirilis dalam keterangan pers pada Kamis, 3 September 2026.
Yard storage dan arus barang di sejumlah area
Pada layanan lapangan penumpukan atau yard storage, PSL mencatat realisasi tumbuh 9,32 persen dibanding semester I 2025. Peningkatan itu terutama ditopang aktivitas di Area Belawan, Dumai, Pasoso, dan Common Area. Kenaikan kapasitas pemanfaatan lahan penumpukan mencerminkan intensitas kegiatan bongkar muat dan kebutuhan ruang simpan yang lebih tinggi di titik-titik tersebut.
Pertumbuhan yard storage menjadi indikator awal bahwa volume aktivitas di lingkungan pelabuhan pendukung tidak stagnan. Ketika penumpukan barang meningkat, rantai layanan lanjutan—seperti angkutan darat, pengurusan dokumen, dan distribusi multimoda—pun cenderung ikut bergerak. Pola ini penting dipantau pelaku usaha logistik di Jateng yang bergantung pada kelancaran pasokan dari pelabuhan luar pulau.
Freight forwarding dan multimoda ikut menguat
Bisnis freight forwarding PSL naik 16,44 persen secara tahunan pada periode yang sama. Lonjakan tersebut ditopang peningkatan layanan trucking dan customs clearance di Surabaya. Sementara itu, segmen multimoda tumbuh 8,08 persen, didorong peningkatan layanan di Kuala Tanjung.
Kombinasi trucking, pengurusan kepabeanan, dan moda angkutan terpadu memperlihatkan arah bisnis PSL yang tidak hanya mengandalkan satu jenis jasa. Bagi importir dan eksportir yang menghubungkan Jawa dengan Sumatera serta wilayah lain, ketersediaan layanan terintegrasi dapat memangkas waktu tunggu dan memperjelas rantai biaya logistik. Semarang sebagai pusat konsumsi dan distribusi Jateng tetap sensitif terhadap kelancaran koridor tersebut, meski titik pertumbuhan yang disebut perusahaan berada di luar kota.
Properti Pelindo Tower dan okupansi tenant
Di segmen pengelolaan properti, produksi penyewaan di Pelindo Tower hingga semester I 2026 tumbuh 2,89 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja itu ditopang tingkat keterisian penyewa pada area perkantoran dan komersial yang melampaui target internal perusahaan.
Okupansi di atas sasaran menandakan permintaan ruang usaha di kawasan terkait pelabuhan masih terjaga. Stabilitas properti komersial sering menjadi penopang pendapatan nonoperasional inti, sekaligus menandai kepercayaan tenant terhadap lokasi dan fasilitas yang dikelola anak usaha di ekosistem kepelabuhanan.
Tol Cibitung-Cilincing dan layanan listrik pelabuhan
Pertumbuhan juga muncul pada bisnis pendukung lain. Trafik kendaraan di Jalan Tol Cibitung-Cilincing meningkat 11,47 persen. Di sisi energi, layanan pengusahaan listrik PSL naik 12,38 persen dibanding tahun sebelumnya, sejalan dengan meningkatnya kegiatan bongkar muat dan penggunaan reefer container di BNCT-Belawan.
Kenaikan konsumsi listrik untuk kontainer berpendingin biasanya beriringan dengan komoditas yang membutuhkan rantai dingin. Sementara kenaikan lalu lintas tol mencerminkan mobilitas angkutan barang dan penumpang di koridor yang menghubungkan kawasan industri dengan pelabuhan. Secara keseluruhan, angka-angka semester I 2026 menempatkan PSL pada posisi ekspansi bertahap di segmen pendukung, bukan hanya di satu produk jasa.
Ringkasnya, yard storage, freight forwarding, multimoda, properti, tol, dan listrik sama-sama mencatat pertumbuhan positif. Data resmi perusahaan belum merinci proyeksi semester II secara terpisah dalam rilis tersebut. Pemantauan lanjutan terhadap volume peti kemas, okupansi properti, dan intensitas layanan di pelabuhan utama tetap diperlukan agar pelaku usaha di Semarang dan Jateng dapat menyesuaikan perencanaan distribusi.
Sumber: Sindo News.
