HARI INI
Indeks
Budaya

Kemendagri Bahas Sinergi Daerah untuk Festival Negeri Kami 2026

Persiapan Festival Negeri Kami semakin mengerucut setelah Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri menerima audiensi International Creatives Exchange di Jakarta. Pertemuan itu menjadi ruang resmi untuk menyelaraskan konsep acara, koordinasi lintas wilayah, serta pelibatan pemerintah daerah agar gelaran tahun 2026 benar-benar menampilkan wajah Indonesia yang beragam.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, menyambut baik kedatangan ICE sebagai tindak lanjut permohonan konsultasi. Dalam pertemuan di gedung Kemendagri, pihak penyelenggara memaparkan kerangka acara sekaligus meminta arahan agar sinergi dengan pemda berjalan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing instansi.

Jadwal, lokasi, dan tema resmi

Menurut keterangan Akmal Malik pada Selasa, 1 September 2026, Festival Negeri Kami 2026 dijadwalkan pada 24–25 Oktober 2026 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Tema yang diusung adalah “Merayakan Ragam, Menyatukan Negeri”. Pilihan lokasi dan tema itu menegaskan niat acara sebagai ruang perjumpaan budaya, ekonomi, dan kreativitas dari seluruh penjuru tanah air.

Dengan format dua hari di kawasan yang sudah dikenal mewakili keanekaragaman Indonesia, panitia berharap pengunjung dapat menikmati sajian seni, produk daerah, hingga dialog komunitas dalam satu rangkaian yang terarah. Penetapan tanggal jauh-jauh hari juga memberi waktu bagi provinsi dan pelaku lokal untuk menyiapkan konten unggulan.

Wadah 38 provinsi dan ekonomi kreatif

Acara dirancang sebagai wadah kolaboratif bagi 38 provinsi. Yang akan ditampilkan tidak hanya kekayaan seni dan budaya, tetapi juga produk unggulan daerah, sektor UMKM, ekonomi kreatif, serta potensi generasi muda dan komunitas lokal. Pendekatan ini menempatkan festival sebagai jembatan antara aspirasi akar rumput dan dukungan kelembagaan pemerintah.

Bagi kota-kota di Jawa Tengah, termasuk Semarang sebagai pusat pemerintahan dan pusat kreatif regional, skema semacam ini membuka peluang agar pelaku seni, wirausaha muda, dan komunitas budaya tersambung ke panggung nasional tanpa harus mengorbankan identitas lokal. Partisipasi tetap bergantung pada koordinasi resmi pemda dan kurasi panitia, sesuai koridor yang dibahas dalam audiensi.

Peran pemda dan arah dukungan Kemendagri

ICE secara khusus berkonsultasi soal cara melibatkan pemerintah daerah agar FNK 2026 berjalan mulus. Akmal menekankan bahwa melalui audiensi tersebut Kemendagri membuka diskusi untuk memetakan bentuk sinergi dan dukungan yang realistis. Dukungan tidak diartikan seragam di semua wilayah, melainkan disesuaikan dengan kewenangan serta kapasitas masing-masing daerah.

Pemetaan itu penting agar tidak terjadi tumpang tindih program dan agar komunitas setempat mendapat kanal yang jelas untuk berkontribusi. Di tingkat lapangan, komunikasi dini antara panitia, dinas terkait, dan tokoh komunitas biasanya menentukan kualitas sajian yang di bawa ke Jakarta.

Generasi muda dan komunitas lokal sebagai poros

Penekanan pada generasi muda dan komunitas lokal menjadi salah satu titik tekan konsep FNK 2026. Festival ini diharapkan tidak berhenti pada pentas seremonial, melainkan memberi ruang eksperimentasi, jejaring, dan promosi karya bagi anak muda dari berbagai provinsi. UMKM dan pelaku ekonomi kreatif pun diposisikan sebagai bagian integral dari narasi “merayakan ragam”.

Dengan dukungan arahan Ditjen Polpum, panitia dan pemda dapat menyusun pembagian peran yang lebih terukur—mulai dari kurasi konten, logistik peserta daerah, hingga publikasi yang menjangkau audiens di luar ibu kota. Langkah itu sejalan dengan semangat menyatukan negeri melalui ragam yang sudah hidup di masyarakat.

Ke depan, keberhasilan Festival Negeri Kami 2026 akan banyak ditentukan oleh ketepatan koordinasi dan kesungguhan daerah menghadirkan wajah terbaiknya di TMII. Audiensi di Kemendagri menjadi fondasi awal agar kolaborasi itu tidak hanya wacana, tetapi terencana sejak sekarang.

Sumber: Sindo News.

Tag: Festival Negeri Kami, Kemendagri, TMII Jakarta, generasi muda, komunitas lokal, UMKM daerah, budaya Nusantara, Jawa Tengah