HARI INI
Indeks
Nasional

Dishub DKI Siagakan 120 Petugas Imbas Aksi di Depan Gedung DPR

Warga Semarang dan Jawa Tengah yang berkunjung atau melintas ke ibu kota perlu mencermati rekayasa lalu lintas di kawasan Senayan. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pengaturan arus kendaraan menyusul aksi demonstrasi di depan gedung DPR pada Kamis, 27 Agustus 2026, agar kepadatan tidak menjalar ke koridor utama.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menegaskan pengaturan disusun mengikuti tahapan pengamanan yang terbagi dalam tiga zona. Petugas dinas ditempatkan pada zona terluar dan hanya mengubah pola arus apabila kondisi di lapangan benar-benar menuntut penyesuaian.

Tiga zona pengamanan di sekitar Senayan

Zona 1 mencakup kawasan DPR/MPR RI di Senayan sebagai titik pusat kegiatan. Zona 2 meliputi koridor pengaturan di jalur Senayan–Gatot Subroto–Sudirman yang kerap menjadi jalur alternatif pekerja dan bus antar kota. Zona 3 membentang dari kawasan DPR/MPR hingga area Istana, tempat petugas Dishub bersiaga untuk rekayasa situasional.

Pembagian zona tersebut memudahkan koordinasi dengan aparat keamanan. Perubahan arah atau penutupan sementara hanya dilakukan jika pergerakan massa memicu antrean panjang, bukan sebagai skema tetap sepanjang hari.

Seratus dua puluh petugas perlancar arus

Sebanyak 120 petugas Dishub disiagakan untuk memantau simpang, mengarahkan pengalihan, dan memberi informasi langsung kepada pengemudi. Kehadiran mereka diharapkan menekan risiko kemacetan berantai di Sudirman dan Gatot Subroto, dua ruas yang sering dilalui perjalanan jarak jauh dari arah selatan Jawa.

Bagi pemudik atau rombongan dari Semarang yang masuk Jakarta lewat tol dalam kota, keterlambatan di koridor tersebut bisa memengaruhi sambungan kereta, bus, maupun janji pertemuan di pusat bisnis. Memantau kondisi real-time sebelum berangkat menjadi langkah praktis.

Imbauan bagi masyarakat dan pelintas Jateng

Budi Awaluddin mengimbau masyarakat mengantisipasi waktu tempuh, terutama yang dijadwalkan melintasi kawasan terdampak. Rekayasa lalu lintas akan menyesuaikan pergerakan massa di lapangan, sehingga rute yang semula lancar sewaktu-waktu bisa dialihkan tanpa pemberitahuan jauh hari.

Pengendara disarankan memilih waktu keberangkatan lebih awal, menyiapkan rute cadangan menjauhi Senayan, dan memanfaatkan informasi resmi Dishub serta kanal lalu lintas yang terverifikasi. Penumpang bus AKAP tujuan Terminal atau stasiun di sekitar pusat kota juga perlu menghitung buffer waktu.

  • Periksa kondisi lalin Senayan–Sudirman sebelum berangkat.
  • Siapkan alternatif lewat jalur yang lebih ke timur atau barat pusat kota.
  • Ikuti arahan petugas di lapangan, jangan memaksa masuk zona padat.

Dampak ke perjalanan dan antisipasi harian

Meski lokasi aksi berada di Jakarta, dampaknya terasa bagi warga luar daerah yang memiliki urusan di ibukota pada hari yang sama. Pelajar, pekerja migran musiman, maupun rombongan dinas dari Semarang sering melintasi Gatot Subroto dan Sudirman; menunda perjalanan non-esensial atau menggeser jadwal dapat mengurangi risiko terjebak antrean.

Pengaturan ini bersifat antisipatif. Selama massa bergerak tertib dan tidak menyebar ke luar zona inti, rekayasa besar kemungkinan terbatas. Sebaliknya, lonjakan volume di pintu masuk kawasan dapat memicu pengalihan lebih luas di Zona 2 dan 3.

Dengan mematuhi imbauan Dishub dan menyiapkan rencana perjalanan yang fleksibel, pengendara dari Jawa Tengah tetap dapat menempuh rute ibukota tanpa gangguan berlebihan. Informasi zona dan jumlah petugas di atas merujuk pada keterangan resmi yang dirilis menjelang pelaksanaan aksi.

Sumber: Sindo News.

Tag: rekayasa lalu lintas, demo DPR, Dishub DKI, Senayan, lalulintas Jakarta, zona pengamanan, petugas dishub, Gatot Subroto