HARI INI
Indeks
Nasional

Nogogeni ITS Hadirkan Dua Prototipe Baru Jelang Pertahanan Gelar di KMHE Jember

Semangat inovasi kendaraan hemat energi kembali muncul dari kampus Surabaya. Tim Nogogeni ITS menyiapkan dua unit pengembangan terbaru agar gelar juara Kontes Mobil Hemat Energi tetap bertahan pada edisi 2026. Bagi pembaca di Semarang dan Jawa Tengah yang mengikuti kompetisi teknologi mahasiswa, kabar ini menandai langkah serius riset propulsi hemat bahan bakar di kancah nasional.

Dua kendaraan yang diperkenalkan adalah Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX. Keduanya dirancang bukan sekadar tampil beda, melainkan untuk menekan konsumsi energi lewat penyempurnaan sistem penggerak dan pengurangan massa total. Target utamanya jelas: unjuk performa di KMHE 2026 yang digelar di Universitas Jember.

Fokus efisiensi pada sistem propulsi dan bobot

Pengembangan kedua prototipe menitikberatkan optimalisasi propulsi. Tim menyesuaikan rancangan agar daya yang dihasilkan lebih selaras dengan kebutuhan lintasan hemat energi, sehingga jarak tempuh per satuan energi bisa ditingkatkan. Pendekatan ini sejalan dengan semangat kontes yang menilai kecermatan pengelolaan tenaga, bukan sekadar kecepatan puncak.

Selain propulsi, pengurangan bobot menjadi prioritas paralel. Material dan tata letak komponen ditinjau ulang agar kendaraan tetap stabil, tetapi lebih ringan saat berakselerasi maupun meluncur. Kombinasi dua strategi tersebut diharapkan menurunkan beban energi tanpa mengorbankan keamanan pengemudi di lintasan uji.

Persiapan gelar juara di Universitas Jember

KMHE 2026 dijadwalkan berlangsung di Universitas Jember. Lokasi tersebut menjadi panggung bagi perguruan tinggi se-Indonesia untuk menguji rancangan hemat energi secara head-to-head. Nogogeni ITS membawa misi mempertahankan reputasi juara, sekaligus membuktikan bahwa iterasi teknis tahun ini cukup matang untuk kondisi lintasan yang menuntut konsistensi.

Driver Nogogeni IX dan Nogogeni XI EVO telah dilibatkan dalam sesi pengenalan kendaraan. Keakraban pengemudi dengan respons mesin, pengereman, dan handling sangat menentukan hasil akhir, karena kesalahan kecil pada pola berkendara bisa menggerus keunggulan efisiensi yang sudah dibangun di bengkel.

Nilai riset mahasiswa untuk teknologi ramah lingkungan

Kehadiran dua mobil baru mencerminkan kerja kolaboratif mahasiswa ITS di bidang rekayasa otomotif hemat energi. Proses desain, uji komponen, hingga perakitan menjadi laboratorium nyata penerapan teori aerodinamika, material, dan manajemen energi. Hasilnya tidak hanya untuk trofi, tetapi juga sebagai kontribusi gagasan kendaraan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Bagi ekosistem pendidikan tinggi di Jawa Tengah, termasuk komunitas teknik di Semarang, capaian tim semacam Nogogeni menjadi rujukan bahwa riset terapan mahasiswa mampu bersaing di skala nasional. Kompetisi seperti KMHE mendorong kampus lain memperbanyak eksperimen serupa, dari simulasi hingga prototipe jalan.

  • Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX sebagai unit unggulan 2026
  • Penekanan pada efisiensi propulsi dan pengurangan bobot
  • Ajang KMHE 2026 di Universitas Jember sebagai target prestasi

Makna bagi pemantau teknologi di Semarang dan Jateng

Meskipun basis tim berada di ITS Surabaya, berita pengembangan mobil hemat energi relevan bagi pembaca portal daerah yang menyoroti inovasi kampus Indonesia. Minat generasi muda terhadap kendaraan efisien tumbuh seiring isu biaya energi dan lingkungan. Liputan semacam ini memberi gambaran konkret bagaimana mahasiswa mengubah konsep di atas kertas menjadi kendaraan yang diuji di lintasan resmi.

Ke depan, publik akan menilai apakah penyempurnaan teknis Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX benar-benar berbuah hasil di Jember. Yang sudah terlihat saat ini adalah komitmen tim untuk tidak berpuas diri, melainkan terus memangkas konsumsi energi lewat rekayasa yang terukur. Langkah itu layak dicatat sebagai bagian dari peta inovasi otomotif mahasiswa tanah air.

Dengan dua prototipe siap tempuh, Nogogeni ITS memasuki fase finalisasi uji dan strategi balap hemat energi. Dukungan institusi, kedisiplinan tim, serta ketepatan kalibrasi di lintasan akan menentukan apakah misi pertahanan juara KMHE 2026 dapat terwujud.

Sumber: Sindo News.

Tag: Nogogeni ITS, KMHE 2026, mobil hemat energi, Universitas Jember, inovasi mahasiswa, kendaraan efisien, ITS Surabaya